Pages

Labels

Kamis, 22 Desember 2011

Desa Penglipuran

Sekilas Tentang Penglipuran
Kata Penglipuran sendiri mengandung dua macam arti, yaitu berasal dari kata Pangeling, dari dasar kata “eling”, yang artinya mengingat dan “pura” yang artinya tanah leluhur, jadi Penglipuran artinya ingat kepada tanah leluhur; dan berasal dari kata penglipur yang berarti penghibur. Hal ini didasarkan karena konon Raja Bangli sering mengunjungi tempat ini untuk menenangkan pikiran.Pada saat sore umumnya penduduk desa keluar rumah setelah selesai melakukan aktifitas rutin mereka di pagi dan siang hari, mereka keluar untuk berkumpul bersama-sama penduduk desa yang lain dan para pria pada sore hari mengeluarkan ayam jago kesayangan mereka dan tidak jarang mereka melakukan tajen/adu ayam tetapi tanpa pisau di kakinya.
Desa Penglipuran terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Berada pada ketinggian 500-625 m di atas permukaan laut menjadikan suhu di Desa Adat Penglipuran tergolong dingin, keasrian Desa Penglipuran begitu terasa sejak memasuki kawasan pradesa hingga balai masyarakat. Fasilitas kemasyarakatan serta ruang terbuka pertamanan semakin menunjukkan keaslian alam pedesaan. Keindahannya bahkan semakin dimunculkan dengan penataan fisik dan struktur desa yang teratur.Penduduk Desa Penglipuran sangat menjunjung tinggi adat istiadat, nilai gotong-royong dan kekeluargaan yang berlaku turun temurun, semua diwariskan oleh leluhur penduduk setempat yang berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani Bangli yang dahulu dipekerjakan sebagai prajurit Kerajaan Bangli.

 Daya Tarik
Desa Penglipuran memiliki beragam daya tarik, diantaranya konsep tata ruang desa yang khas dengan prinsip Tri Mandala, hutan bambu seluas 75 ha, pura kuno dengan struktur tradisional Penglipuran yang masih asli, tugu pahlawan yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Penglipuran dan Bali secara umum, serta upacara-upacara adat seperti: Upacara Nyeeb, Mungkah, Nyungsung, Nakluk Merana dll.
Keunggulan dari Desa Penglipuran di Bangli adalah, bagian depan rumah serupa dan seragam dari ujung utama desa sampai bagian hilir desa. Ditambah aktivitas sehari-hari penduduk desa dalam bercocok tanam, pemandangan seorang penduduk desa pulang dari kegiatannya di sawah menjadi ciri unik tersendiri.Desa Adat Penglipuran termasuk desa yang banyak melakukan acara ritual, sehingga banyak sekali acara yang diadakan di desa ini seperti pemasangan dan penurunan Odaldan, Galungan dll.Saat yang sangat tepat untuk datang ke desa ini adalah pada acara tersebut sedang berlangsung, sehingga kita dapat melihat langsung keunikan dan kekhasan dari Desa Penglipuran ini. Struktur bangunan, rumah tradisional masyarakat, pura-pura kuno, dan ornamen arsitektur yang unik menjadikan desa ini sebagai pilihan desa wisata yang harus dikunjungi.

Aksesibilitas
Desa ini dapat dicapai dengan kendaraan bermotor melalui sisi timur, yaitu Jalan Raya Bangli – Kintamani maupun dari sisi utara. Keteraturan pola pemukiman memberi kesan tersendiri, yaitu di sepanjang Jalan Kintamani Kayuamba - Bangli.Penglipuran merupakan sebuah desa yang indah dan asri sehingga kita menjadi sangat yakin untuk menempuh desa tersebut dengan mobil pribadi, terlebih lagi jalan masuk ke desa ini sudah diaspal.


1 komentar:

Investra Link mengatakan...

Tahun lalu saya pernah ke sini dari ubud waktu itu, memang sangat mengesankan tempatnya. Sayang waktu itu sedikit terganggu dengan hujan jadi gak sempet menjelajah semuanya. Semoga terus di pertahankan tempat2 seperti ini di bali

Posting Komentar