Pages

Labels

Rabu, 21 Desember 2011

Taman Bali Narmada Baliraja

Sebagaimana sering diungkapkan dalam banyak sekali tulisan dan sumber bahwa di Bali lokasi apapun dan dimanapun berpotensi untuk menjadi tempat wisata favorit dan menarik karena seolah telah ditakdirkan Dewata bahwa Bali merupakan surganya keindahan duniawi yang bak surgawi. Demikian halnya yang terjadi pada Narmada Baliraja yang merupakan sebuah taman peninggalan Kerajaan Taman Bali.
Dilengkapi Berbagai Bangunan Lainnya

Di taman ini terdapat kolam dan tempat pemujaan yang berupa bangunan pura bernama Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Taman Narmada Baliraja dengan luas sekitar 50 are yang dikelilingi oleh pesawahan. Kerama subak mendirikan bangunan Pura Subak yang berada di sebelah Barat Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali. Disamping juga terdapat peninggalan lainnya yang tak kalah berharganya berupa Jempeng Raja (WC) yang memiliki bentuk lembu dan bangunan Bale Emas (tempat penyimpanan kekayaan kerajaan.
Bangunan Bale Emas sendiri telah dilakukan renovasi pada sekitar tahun 1986 oleh warga Taman Bali sendiri. Peninggalan tersebut tentunya memiliki daya tarik tersendiri sekaligus sangat potensial untuk terus dikembangkan sebagai objek wisata, khususnya wisata memancing yang sangat erat kaitannya dengan olahraga sepeda gayung dan lari lintas alam. Pokoknya setiap pengunjung yang datang ke lokasi tersebut akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada.
Fasilitas
Di desa Tamanbali belum tersedia rumah makan, penginapan, parkir sebagai pendukung dalam perkembangan Obyek Wisata. Namun kondisi jalannya sudah beraspal, mengingat Desa ini merupakan jalur pariwisata yang menghubungkan obyek wisata Kabupaten Gianyar dengan obyek Wisata Kabupaten Bangli. Desa ini sudah dialiri listrik demikian pula air bersih.
Lokasi
Taman Bali Narmada Baliraja sendiri terletak di Desa Tamanbali Kecamatan Bangli, yang termasuk wilayah Kabupaten Bangli. Untuk mencapai Desa ini dari Kota Bangli ke arah Selatan dengan nemenpuh jarak 5 km dan dari ibu kota propinsi dapat menempuh melalui jalan utama 5 Gianyar-Bangli yang berjarak 35 km.
Sedangkan dari Desa Tamanbali menuju taman ini ada 2 jalan yaitu :
1. Melalui jalan setapak (jalan tanah) ke arah barat yang jaraknya kurang lebih 500 m.
2. Ke arah barat melalui jalan aspal sebelum memasuki dusun Sedawa belok ke arah Selatan, jaraknya kurang lebih 300 m.

Toya Bungkah

Toya Bungkah merupakan sumber mata air panas alam yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Airnya ditampung pada suatu kolam kecil yang terletak di sebelah Danau Batur. Karena letak kolam air panas sangat berdekatan dengan Danau Batur, maka pandangan ke arah danau menjadi bebas sehingga dari kejauhan tampak pemandangan yang indah dimana di sebelah Timur Laut Danau Batur kelihatan Desa trunyan yang dikelilingi daerah perbukitan yang menghijau. Disamping pemandangannya yang sangat indah di toyabungkah hawanya sejuk, sehingga tidak mengherankan apabila seorang pujangga dan sastrawan terkenal yaitu Sutan Takdir Ali Syahbana memilih Toyabungkah sebagai tempat untuk mendirikan bangunan yang disebut Balai Seni Toyabungkah yaitu tempat yang dipergunakan untuk menggelar berbagai macam kesenian.
Lokasi
Toyabungkah termasuk wilayah Desa Batur terletak di kaki Gunung Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih 6 km dari Desa Kedisan, 38 km dari kota Bangli dan 78 km dari kota Denpasar. Dalam perjalanannya menuju Toyabungkah kita akan banyak menikmati panorama yangindah seperti panorama gunung dan danau batur, pohon cempedak atau nangka, dan tumbuh-tumbuhan lainnya serta tumpukan bekas-bekas lahar yang sudah menjadi karang yang kelihatannya sangat indah. Disebelah timur jalan raya menuju Toyabungkah ada sebuah pura yang cukup besar yaitu Pura Jati.
Fasilitas
Di Toyabungkah tersedia dua tempat parkir untuk pengunjung yaitu di sebelah Barat jalan dan dipinggir sebelah barat danau Batur atau di sebelah Utara kolam air panas. Akomodasi dan rumah makan ada di sekitar Obyek, toilet serta kamar untuk berganti pakaian terdapat di dekat air panas. Demikian pula pinggir Danau Batur atau di sekitar Toyabungkah tersedia tempat yang biasa dipergunakan untuk mendirikan perkemahan.
Kunjungan
Touyabungkah yang memiliki keindahan dan daya tarik sebagaimana telah diuraikan di atas banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan Nusantara yang semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan tujuan mendaki Gunung Batur, kemah, mandi, berekreasi untuk melihat dari dekat keindahan yang dimiliki oleh Toyabungkah.
Deskripsi
Toyabungkah secara harfiah : Toya artinya air dan Bungkah berarti batu-batuan. Jadi Toyabungkah berarti air yang mengalir dari celah-celah bebatuan yang berasal dari kaki Gunung Batur. Di Toyabungkah terdapat dua kolam air panas yang letaknya sangat berdekatan yaitu : kolam air panas alam yang ditata sesuai dengan keadaan alam sekitarnya sehingga kolam ini serasi dengan alam lingkungannya yang dipergunakan sebagai tempat pemandian umum yaitu tempat pemandian warga masyarakat di sekitar Toyabungkah. Di pinggir sebelah selatan kolam ini ada sebuah pelinggih yang sangat sederhana. Sedangkan kolam air panas alam di sebelah Barat bentuknya ditata sedemikian rupa dimana sebelah utara dan di sebelah timurnya dibangun tembok penyengker dengan candi bentarnya sebagai tempat permandian para wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara. Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli menetapkan Kawasan Toyabungkah sebagai obyek wisata tersendiri dengan keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Bangli Nomor 263 Tahun 1991 dan menunjuk Yayasan Tampurhyang sebagai pengelola Obyek Wisata.

Desa Trunyan

Desa Trunyan terletak di sebelah pantai timur danau Batur. Letak desa ini sangat terpencil, jalan darat dari Penelokan, Kintamani hanya sampai di desa Kedisan. Dari Kedisan ke desaTrunyan orang harus menyeberang danau Batur selama 45 menit dengan perahu bermotor atau dua jam dengan pedahu (perahu lesung) yang digerakan dengan dayung. Selain jalan air, Trunyan juga dapat dicapai lewat darat lewat jalan setapak melalui desa Buahan dan Abang.
Desa Trunyan merupakan sebuah desa kuna di tepi danau Batur, Kintamani kabupaten Bangli. Desa ini merupakan desa Bali Aga, Bali Mula dengan kehidupan masyarakat dan kebudayaan yang unik dan menarik. Bali Aga berarti orang Bali Pegunungan sedangkan Bali Mula berarti Bali Asli.
Berdasarkan Folk Etimologi, penduduk Trunyan mempersepsikan diri dan jati diri mereka dalam dua versi;
1. Orang Trunyan adalah orang Bali Turunan, karena mereka percaya bahwa leluhur mereka ‘turun’ dari langit ke bumi Trunyan.
2. Orang Trunyan hidup dalam sistem ekologi dengan adanya pohon Taru Menyan, yaitu pohon yang memancarkan bau-bauan wangi.
Desa Trunyan telah lama menjadi objek daya tarik wisata. Inti daya tarik desa Trunyan adalah sinergi antara potensi kekhasan budaya, potensi keindahan alam dalam citra kekunaan.

Danau Batur

Danau Batur terletak di Kabupaten Bangli, Danau Batur adalah danau terbesar di Bali, menempati dasar Kaldera di sebelah timur dan tenggara Gunung Batur yang menyerupai bentuk bulan sabit, panjangnya kurang lebih 7,5 Km, lebar kurang lebih 2,5 Km, keliling 22 Km, luas 16 Km dan tinggi muka air danaunya 1031 m di atas permukaan laut dengan kedalaman airnya diperkirakan mencapai 70 meter dan mengandung air sebanyak 815,38 juta meter kubik.
Desa -desa yang terletak di pinggir Danau Batur pada era sekarang Desa Songan, Trunyan, Abang, Buahan dan Kedisan. Masyarakat umat Hindhu memfungsikan Gunung dan Danau Batur sebagai suatu tempat suci, oleh karena dalam sastra-sastra agama seperti dalam Usana Bali, Raja Purana Ulundanu Batur dan Padma Buana, Gunung dan Danau Batur itu dinyatakan sebagai “Linggih atau Sthana dari Betari Dewi Danuh atau Betari Ulun Danu” sebagai manifestasinya dari pada Dewa Wisnu sebagai saktinya, serta lazim pula dalam lontar-lontar dinamakan Sang Hyang Girinata dan Sang Hyang Giriputri.
Danau Batur merupakan sumber air bagi sebagian masyarakat Bali Selatan. Oleh karena perannya yang penting ini maka di Danau Batur sering dilakukan keagamaan, misalnya pekelem untuk memohon kemakmuran terutama terkait dengan kegiatan pertanian. Danau Batur bisa dijangkau dari Denpasar dalam waktu tempuh sekitar 1,5 – 2 jam, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kintamani


Kintamani adalah sebuah nama desa yang terletak di bukit dan panorama yang indah sekitarnya. Kita bisa melihat panorama yang indah dari Kintamani ke sekitar  gunung berapi aktif Gunung Batur dan Danau Batur yang luas di sebuah lembah. Hal ini terletak di daerah dataran tinggi dengan cuaca dingin sekitarnya. Ketika kita berdiri di Kintamani, kita akan dapat melihat daerah pedesaan yang dekat dengan danau. Tempat ini sangat femous dan dikunjungi oleh banyak wisatawan setiap hari.
Gunung Batur di Kawasan Kintamani ini letusannya terjadi sekurang – kurangnya 24 kali sejak tahun 1800, dan masih aktif sampai saat ini. Dengan terjadinya letusan gunung ini maka menimbulkan dampak terhadap kehidupan masyarakat di sekitar gunung ini, seperti memindahkan tempat pemujaan ( pura ), memperbaiki desa dan menata kembali tradisi yang telah ada.

about


Kota Bangli terletak di sebelah timur laut Denpasar, kira-kira satu jam perjalanan ( 40 km ). Pada awal Dinasti Gelgel, Kerajaan kuno Bangli menjadikan Bali paling berkuasa pada pertengahan abad-19. Pada saat itu Bangli merupakan kota yang paling tenang dari seluruh kota dengan iklim sedang, tidak panas dan juga tidak dingin (panas dingin).
Delapan puri raja adalah salah satu tempat di sekitar perempatan utama kota, tapi sekarang hanya Puri Denpasar yang dibuka untuk umum sebagai istana ( yaitu adanya Artha Sastra Inn ).
Raja terakhir Bangli tertera pada arca singa dan Bodhisattva, berinspirasi dari fotografi Borobudur dan penandaan lukisan dinding di’bale loj’ berdasarkan pada kehidupan masyarakat Cina di Bangli. Lukisan dinding ini dalam bentuk yang tidak begitu bagus tapi anda masih bisa membuat detailnya. Panorama lainnya adalah’bale kulku’ yang berusia 100 tahun, sekitar lima menit jika ditempuh dengan jalan kaki.
Event terpenting adalah hari pasaran, anda dapat melihat produk-produk seperti kentang manis, kacang-kacangan dan rempah-rempah yang tidak akan ditemukan di daerah selatan. Tarian dan wayang kulit kadang dipentaskan di bale banjar setiap hari raya, tapi tidak dengan dana yang berlebihan atau merupakan kebiasaan dari kota Gianyar. Tempat tinggal dalang, Dewa Made Rai Resi, hanya 700 m dari Artha Sastra Inn.
Artha Sastra Inn, sebagai istana raja, semakin hari terlihat semakin baik. Pot-pot tanaman dan arsitektur istana memberi kesan unik pada tempat ini. Anda dapat tidur di peraduan raja terakhir Bangli dan berpartisipasi dalam kehidupan ritual keluarga triwangsa. Artha Sastra Inn berlokasi di pusat Bangli dekat dengan stasiun bis dan rambu lalu lintas yang ramai.
Terdapat lima ruangan terbesar di dalam puri yang disampingnya ada pemandian. Ini disesuaikan dengan’bale bal’ tradisional dimana terdapat pintu berukiran kuno serta furniture-furniture antik.
Di timur stasiun bis terdapat pasar malam dengan sajian murah meriah, camilan lezat, capcay goreng dengan nasi, ayam goreng dengan sayuran. Atau makan di beberapa warung makan kecil di sekitar stasiun bis. Segeralah datang selagi masih buka sampai tahun 2001.
Anda akan menemukan pertokoan di sekitar pasar, sebelah selatan Artha Sastra Inn dimana anda akan dapat membeli barang-barang kebutuhan hidup. Uang cash dapat ditukar di Bank Pembangunan Daerah, tapi tidak untuk travellers cheque atau gunakan bank di Gianyar, 13 km menggunakan bemo ke arah barat daya. Di depan Artha Sastra Inn, terdapat telepon umum atau ke wartel 24 jam ( pelayanan telekomunikasi )

info Bangli

Kabupaten Bangli adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Bali, Indonesia. Obyek wisata di daerah ini antara lain adalah danau Kintamani. Ibu kotanya berada di Bangli. Bangli berbatasan dengan Kabupaten Buleleng di sebelah utara,kabupaten Klungkung dan Karangasem di timur, dan kabupaten Klungkung, Gianyar di selatan, serta Badung dan Gianyar di sebelah barat.
Pada tahun 2004, Bangli mempunyai luas sebesar 520,81 km². Penduduknya berjumlah 197.210 jiwa.